Seperti itukah mobil idaman Anda??hmmm..simak artikel berikut!

Perusahaan pembuat mobil berlomba-lomba membuat mobil yang tidak saja dapat melindungi orang-orang yang berada di dalamnya saat terjadi kecelakaan, melainkan juga membuat perangkat yang mem-bantu pengemudi menghindari terjadinya kecelakaan. Untuk itu, dilakukan beberapa inovasi, antara lain, memperkuat kerangka mobil, memasang sabuk pengaman (seatbelt), sampai melengkapi mobil dengan kantong udara (airbag). Semua perangkat ini dinamakan perangkat keamanan pasif (passive safety).

Marilah kita bahas satu per satu. Pertama, untuk mengurangi resiko fatal pada kecelakan frontal, bagian depan dan belakang mobil didesain agar dapat menggumpal secara perlahan, Hal ini akan memperlama selang waktu kontak, sehingga dapat mengurangi gaya impulsif pada pengemudi (ingat kembali materi pada bab ini). Kedua, saat terjadi tabrakan mobil akan berhenti dalam waktu singkat. Karena adanya momen inersia (hukum I Newton), maka pengemudi akan bergerak ke depan dengan kelajuan yang sama dengan kelajuan mobil sesaat sebelum tabrakan. Oleh pembuat mobil, hal ini disiasati dengan dibuatnya kantong udara (airbag) yang terletak antara pengemudi dan kemudi. Kantong udara ini akan mengembang seketika setelah terjadi tabrakan.Kantong udara juga dibuat lunak sehingga impuls yang diberikan kantong udara akan berlangsung lebih lama. Ketiga, meski telah dilengkapi kantong udara, jika kelajuan mobil besar sebelum terjadi tabrakan, maka kemungkinan pengemudi menabrak kemudi masih sangat besar. Olehkarena itu, didesain sabuk pengaman yang dapat memberhentikan pengemudi setelah menempuh jarak aman. Jarak aman adalah jarak antara pengemudi dan kemudi, kira-kira 50 cm.